Laman

DEDDY IRAWAN MANURUNG hasilnya Contoh Tulisan Berjalan

Senin, 07 Januari 2013

LED : teknologi hemat energi dan ramah lingkungan

 

LED (Ligt Emitting Diode) adalah sebuah chip semikonduktor yang memancarkan cahaya ketika mengalirkan arus listrik. Lampu LED sangat fleksibel karena kemampuan mereka untuk mengeluarkan hampir semua spektrum cahaya. Hal ini menyebabkan mereka di pergunakan secara luas sebagai sumber cahaya untuk berbagai keperluan, seperti: lampu indicator, sinyal lalu lintas, dan saat ini LED di pergunakan sebagai sumber cahaya.
Meski lampu LED telah di ketahui menghasilkan spektrum cahaya dan telah diproduksi sejak tahun 1960-an, namun teknologi LED yang menghasilkan tingkat pencahayaan yang sesuai dengan kebutuhan penerangan baru di kembangkan belum lama ini. Kecepatan inovasi dalam bidang pencahayaan LED, atau sering disebut Solid State Lighting (SSL), saat ini berkembang dengan luar biasa. Banyak produsen ternama yang turut mengembangkan lampu LED untuk kebutuhan penerangan.
Pengembangan lampu LED tentu saja bukan tanpa alasan, hanya saja saat ini lampu LED yang di jual di pasaran “terasa sangat mahal” harganya dibandingkan dengan lampu pijar atau lampu TL yang umum kita pakai di rumah. Lampu TL kompak ukuran 25 watt mungkin dapat kita bawa pulang setelah menukarnya dengan uang Rp. 50.000,00 atau bahkan kurang untuk merk-merk tidak terkenal. Sedangkan lampu LED 60 watt harganya dapat mencapai lebih dari Rp. 400.000,00.
*****
Inilah alasan pengembangan lampu LED:
Umur pakai
Lampu LED umumnya mempunyai umur pakai yang sangat lama. Produsen lampu LED Pharox menawarkan lampu LED 60 Watt buatannya mampu bertahan 35.000 jam. Sebagai perbandingan, lampu pijar biasa yang bermutu bagus rata-rata mempunyai umur pakai 1.000 jam, sedangkan lampu TL kompak mungkin dapat bertahan hingga 10.000 jam. EarthLED menawarkan produknya mampu bertahan dalam waktu 50.000 jam lebih. Panasonic menawarkan lampu LED buatannya mampu bertahan 19 tahun, dan Pharox lebih gila lagi dengan umur pakai 25 tahun. Lihat tulisan mimpipribumi dengan judul: lomba bikin lampu.
Efisiensi
Dengan umur pakai yang cukup lama dan harga yang “mahal” dimana letak efisien-nya? Kita ambil contoh, jika membeli lampu LED katakanlah berharga Rp. 500 ribu dan awet hingga 19 tahun maka per tahun kita hanya mengeluarkan biaya Rp. 26.350,00. Belum lagi, lampu LED mengkonsumsi listrik lebih sedikit di bandingkan dengan lampu TL yang biasa kita pakai, sehingga biaya tagihan listrik yang harus kita setorkan ke PLN juga menjadi lebih hemat.
Ramah lingkungan
Lampu LED tidak mengandung merkuri seperti halnya lampu pijar dan TL, sehingga limbahnya lebih ramah lingkungan. Selain itu, dengan konsumsi listrik yang rendah maka dapat menghemat pemakaian bahan bakar pada generator listrik pada PLTD maupun PLTU yang berarti mengurangi polusi karbon.
Selain itu cahaya putih yang dihasilkan oleh lampu LED tidak melelahkan mata kita dan panas yang dihasilkan oleh lampu ini juga sangat rendah, sehingga jika di pakai di perkantoran bisa meringankan kerja pendingin ruangan yang artinya kembali menghemat biaya.
Bisa kita bayangkan, jika seluruh konsumen listrik di Pulau Jawa menggunakan lampu hemat energi ini, mungkin PLN tidak lagi mengutak-atik rumusan TDL yang mirip hantu. Bahkan mungkin bisa menghindari kebiasaan buruk cari utangan kepada bankir kapitalis yang mirip dengan vampir. Atau mengalihkan anggarannya untuk membangun generator di luar Pulau Jawa, terutama ke daerah yang jauh dari pusat pemerintahan.
Sumber : http://mimpipribumi.wordpress.com/2010/06/01/led-teknologi-hemat-energi-dan-ramah-lingkungan/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar